Penguin Afrika, Hewan Dingin Penghuni Gurun Sahara

Posted on

Penguin umumnya tinggal di sekitar Kutub Selatan yang dingin. Namun, burung berwarna hitam putih ini juga tersedia di Benua Afrika, lo!

Penghuni Ujung Selatan Benua Afrika

Benua Afrika terkenal sebab memiliki Gurun Sahara.

Temperatur di gurun yang luas itu terlalu panas. Akan tetapi, tidak seluruh anggota dari itu panas.

Di ujung anggota selatan Benua Afrika suhunya cukup dingin, tetapi tidak membeku.

Ujung selatan Benua Afrika letaknya tidak terlalu jauh dari kutub selatan Bumi.

Di situ juga tinggal hewan-hewan yang miliki kebiasaan tinggal di area dingin seperti penguin.

Penguin Afrika adalah style terkecil dari bangsa penguin. Tinggi penguin dewasa cuma sekitar 20 cm.

Titik-titik yang Berbeda

Penguin Afrika berwarna paduan hitam dan putih. Kakinya berwarna hitam.

Di dadanya yang putih, tersedia titik-titik hitam yang berbeda-beda letaknya.

Titik-titik itu tidak sama terhadap tiap penguin, seperti sidik jari terhadap manusia.

Paruhnya yang tajam berwarna hitam. Seperti penguin lainnya, penguin Afrika juga senang makan ikan.

Penguin Afrika mampu berenang bersama baik di laut.

Bulunya dilapisi susunan lilin yang membuatnya tidak basah kuyup.

Di dekat mata penguin itu tersedia kelenjar berwarna merah muda. Kelenjar itu mendukung tubuh penguin untuk menanggulangi suhu tinggi.

Menggali Lubang

Sebagian besar penguin bertelur di area terbuka.

Penguin Afrika menggali lubang untuk bertelur. Lubang itu merawat penguin dari pemangsa dan sinar Matahari.

Telur penguin dierami di di dalam lubang tersebut. Setelah menetas, anak penguin senantiasa tinggal di lubang itu hingga umur 3 minggu.

Kemudian, anak penguin studi mencari makan muncul tetapi lagi lagi ke sarang tempatnya ditetaskan.

Setelah dewasa, penguin bakal sebabkan lubangnya sendiri bersama bersama keluarga barunya.