Kota Pertama Pengguna Lalu Lintas dan Alasan Kenapa Rambu Ini Diciptakan

Posted on

Saat di jalan, ada beberapa peraturan selanjutnya lintas yang mesti dipatuhi, teman-teman.

Salah satu rambu-rambu yang mesti kita patuhi adalah peraturan lampu selanjutnya lintas.

Teman-teman tentu telah tahu, kan? Bahwa lampu selanjutnya lintas yang berwarna merah berarti pengendara mesti berhenti, lantas warna kuning berarti siap-siap atau mengurangi kecepatan, dan hijau berarti boleh berjalan.

Lampu selanjutnya lintas amat mutlak untuk dipatuhi, gara-gara rambu-rambu ini mengendalikan laju kendaraan di jalan.

Bahkan, bukan hanya orang yang menaiki kendaraan saja, pesepeda dan pejalan kaki termasuk mesti mematuhinya.

Kalau orang-orang tidak memahami peraturan dan tidak mentaati peraturan selanjutnya lintas seperti lampu selanjutnya lintas, jalanan sanggup carut-marut, nih.

O iya, apa teman-teman memahami di mana pertama kali lampu selanjutnya lintas digunakan? Ada termasuk lampu selanjutnya lintas yang berbeda warna bersama negara lainnya, lo!

Lampu Lalu Lintas Pertama di Dunia

Lampu selanjutnya lintas menolong menyesuaikan jalannya kendaraan dan pemakai jalan yang lainnya, agar tidak saling bertabrakan.

Petugas kepolisian dapat menyesuaikan jalannya lampu selanjutnya lintas ini bersama memanfaatkan tanda tanda semaphore.

Saat itu, hanya ada cahaya merah dan hijau sebagai tanda berhenti dan maju.

Sebelum terdapatnya pemasangan lampu selanjutnya lintas, lebih berasal dari 1.000 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di persimpangan jalan, tiap-tiap tahunnya.

Alasan inilah yang menyebabkan inspirasi untuk menyebabkan lampu selanjutnya lintas yang sanggup menyesuaikan aktivitas di jalan.

Namun, waktu masih memanfaatkan gas, ada masalah, nih. Yaitu kebocoran gas yang membahayakan.

Perkembangan Teknologi Lampu Lalu Lintas

Akhirnya, merasa banyak ditunaikan inovasi untuk menyebabkan lampu selanjutnya lintas yang cocok bersama standar keselamatan.

Terutama di awal tahun 1900-an, dunia berkembang amat cepat, dan ditemukannya kendaraan mobil.

Tahun 1912, polisi Amerika bernama Lester Wire mengusulkan inspirasi perihal lampu selanjutnya lintas listrik.

Dua tahun kemudian, pada 5 Agustus 1914, lampu selanjutnya lintas listrik pertama ini dipasang di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat.

Di tahun 1920, polisi William Potts mengusulkan lampu selanjutnya lintas empat arah untuk dipasang dipersimpangan dan meningkatkan satu warna yaitu warna kuning sebagai tanda hati-hati.

Akhirnya lampu selanjutnya lintas ini merasa digunakan di berbagai negara di dunia, deh.

Nah, di tahun 1960, barulah sistem selanjutnya lintas diperbaharui jadi komputerisasi, agar lebih tertib pergantian dan pengaturannya.

Lampu Lalu Lintas Warna Biru di Jepang

Kalau di Jepang, tidak ada lampu selanjutnya lintas bersama warna hijau, melainkan biru.

Bahasa Jepang untuk warna hijau adalah ‘midori’. Bahasa ini belum ada sampai abad ke-8 di Jepang.

Sebelumnya, bhs Jepang hanya mengetahui empat warna, yaitu hitam, putih, merah, dan biru.

Warna merah digunakan untuk menyebut warna bersama rona yang hangat dan warna biru digunakan untuk menyebut warna bersama rona yang dingin.

Karenanya, warna biru atau ‘ao’ didalam bhs Jepang, termasuk digunakan untuk menyebut benda yang berwarna hijau.

Meski waktu ini telah ada kata sendiri untuk warna hijau, kata ‘ao’ masih digunakan untuk menunjuk benda yang warnanya hijau.

Pada 1968, banyak negara di duia menyepakati Konvensi Vienna seputar rambu selanjutnya lintas internasional, teman-teman. Namun, negara Jepang tidak ikut menandatanganinya.

Tahun 1973, Pemerintah Jepang mengambil keputusan bahwa lampu selanjutnya lintas mesti berwarna hijau. Namun, warna hijau itu masih merupakan warna hijau yang paling mendekati warna biru, teman-teman.

Jadi, warna biru yang kita melihat pada lampu selanjutnya lintas Jepang itu masih memenuhi syarat untuk disebut sebagai warna hijau.

Begitulah fakta rambu selanjutnya lintas yang satu ini, teman-teman. Jangan lupa selamanya mematuhinya demi keamanan diri sendiri dan orang lain di jalan, ya!

Lampu selanjutnya lintas pertama kali dipasang di kota London, lo. Tepatnya tanggal 10 Desember 1868.

Saat itu, tanda lampu selanjutnya lintas memanfaatkan tenaga gas yang di letakkan di persimpangan di dekat gedung pemerintahan.